Entri Populer

Selasa, 15 Maret 2011

Awas, Radiasi Terbawa Angin Hingga Samudera Pasifik

TOKYO – Angin yang bertiup di atas kompleks PLTN Fukushima, yang mengeluarkan radiasi ke udara di timur laut Jepang, akan mengarah ke barat dan menuju ke Samudera Pasifik hari ini.

Badan Meteorologi Jepang di Fukushima mengatakan, kecepatan angin akan bertambah kencang pada siang hari. Angin berhembus dengan kecepatan 12 meter per detik. Demikian dilansir dari Reuters, Rabu (16/3/2011).

PLTN Daiichi Fukushima yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Tokyo (Tepco) terletak di sekira 240 kilometer utara Tokyo di pesisir timur laut Jepang.

Pagi hari ini waktu setempat dikabarkan kebakaran kembali terjadi di reaktor No 4. Insiden tersebut menyebabkan beberapa orang mengungsi dari ibu kota yang sudah terkena radiasi tingkat rendah. Namun, tingkat radiasi tersebut belum membahayakan kesehatan manusia.

Stasiun televisi NHK  pagi ini waktu setempat mengatakan api tidak lagi terlihat di PLTN.

Gempa dahsyat dan tsunami pada Jumat 11 Maret telah merusak sistem pendingin di PLTN. Hal tersebut memaksa Tepco memompa air laut ke dalam reaktor. Kerusakan di PLTN menyebabkan radiasi tersebar ke udara.

Pihak berwenang Jepang mengatakan radiasi di Tokyo 10 kali di atas normal pada Selasa 15 Maret saat angin berhembus dari utara dan timur laut.

Ledakan Kembali Terdengar di PLTN Jepang

TOKYO - Ledakan terjadi di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang hari ini. Tampak asap membumbung tinggi dari bangunan pembangkit tersebut.

Biro Keamanan Nuklir Jepang menyatakan ledakan terbaru terjadi di reaktor nomor 3 di PLTN Fukushima no.1. Ledakan tersebut diperkirakan berasal dari kebocoran gas hidrogen di reaktor.

"Kami yakin ledakan terjadi karena ledakan hidrogen. Tidak jelas apakah ledakan tersebut mempengaruhi reaktor," ungkap juru bicara Biro Keamanan Nuklir Jepang Ryo Miyake seperti dikutip AFP, Senin (13/3/2011).

Pemerintah Jepang terus berpacu dengan waktu untuk mengatasi kerusakan dari PLTN Fukushima. Usai disapu oleh tsunami, reaktor ini sebelumnya mengalami kebocoran radiasi usai mengalami kerusakan pada beberapa sistemnya.

Lebih dari 180 ribu warga yang tinggal di dekat area PLTN telah dievakuasi ke tempat aman. Sementara 160 lainnya dikabarkan terkena radiasi yang bocor dari pembangkit nuklir tersebut.
<h3>September Band – Bintang Hatiku</h3>
<p>Intro : D A 2x<br />
E/G# F#m E D E</p>
<p>D                   A<br />
yang kini engkau cinta<br />
D<br />
sebagai bintang hati<br />
A<br />
teruslah berpijar<br />
E/G#        F#m<br />
hingga saat kau lelah<br />
C#      E    D#<br />
kau hanya bisa temani<br />
Bm    E<br />
untukku saja</p>
<p>D                  A<br />
hingga esokku berarti<br />
D              A<br />
betapa cintaku untuk kau hias<br />
E/G#          F#m<br />
sebagai bintang hatimu<br />
C#          E     D#    Bm<br />
hingga hari sekian cintamu utuh<br />
E<br />
bersamaku</p>
<p>Reff :<br />
A          Bm<br />
Engkau dinda yang kupuja<br />
C#           F#m  E<br />
teruslah bermimpi indah<br />
D         A         G   E<br />
hingga hariku menjemput impian<br />
A          Bm<br />
Engkau dinda yang kusayang<br />
C#           F#m  E<br />
teruslah berharap<br />
D         A/C#      Bm   E    A<br />
bawa aku bintang hati yang terindah…</p>
<p>Bm                   C#       F#m<br />
Bila usai cintamu ku hanya bisa<br />
E          D        E<br />
nyanyikan lagu ini untukmu woo..ooo..ooo…</p>
<p>Interlude : F#m E A Bm C#m D E</p>
<p>back to Reff :</p>
<p>Coda : A Bm C#m D 2x</p>
<p>D         A/C#      Bm   E    A<br />
bawa aku bintang hati yang terindah…</p>

<p>Artikel <a href="http://chordlaguindonesia.com/s/september-band/lirik-september-band-bintang-hatiku.html">September Band – Bintang Hatiku</a> ini dipersembahkan oleh Chordlaguindonesia.com<a href="http://chordlaguindonesia.com" title="lirik & Chord lagu Indonesia">Lirik dan Chord Lagu Indonesia Gratis</a>. Kunjungi Juga <a href="http://istanalagu.com" title="Free Download Mp3"> Free Download Mp3</a> untuk download lagu indonesia terbaru.</p>

Sabtu, 12 Maret 2011

Tsunami Jepang Seret IHSG ke Zona

lustrasi. Foto: Tangguh Putra/okezone
 
JAKARTA - Gempa yang menyebabkan tsunami di Jepang Jumat kemarin berpotensi memberikan sentimen negatif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks Nikkei pada pukul 01.28 lalu ambles hingga 179 poin ke 10.254,43.

"Saya rasa dengan adanya bencana tsunami ini kemungkinan IHSG akan terseret ke zona merah pada penutupan perdagangan kali ini. Tapi ini merupakan koreksi yang wajar karena dalam kurun waktu empat sampai lima hari ini, indeks selalu berada dalam zona hijau," ungkap analis pasar modal PT Ecocapital Securities, Cece Ridwan, saat dihubungi okezone, Minggu (13/3/2011).

Cece menambahkan, selain sentimen negatif yang diberikan akibat bencana tsumani ini, pelemahan IHSG kali ini cenderung diakibatkan juga oleh aksi profit taking yang dilakukan investor.

"Selain karena bencana, investor cenderung juga melakukan profit taking, dan saya perkirakan IHSG kali ini akan terjadi sedikit koreksi sampai ke level di atas 3.520," jelasnya.

Selain itu, pelemahan ini juga berpengaruh karena disisi lain ekspor Indonesia terhadap Jepang sangat tinggi, kemudian banyaknya kerja sama yang dilakukan anatar Indonesia dengan Jepang seperti Astra yang otomatis akan berpengaruh terhadap pergerakan IHSG.

Namun Cece mengungkapkan bahwa sentimen negatif akibat bencana tsunami ini hanya bersifat kontemporer. "Saya rasa ini hanya bersifat kontemporer. Yang lebih berpengaruh nantinya tetap saja konflik yang terjadi di Libia dan Arab Saudi," pungkasnya.

Nasib Ekonomi Jepang Pasca-Tsunami (2)

"Dalam jangka pendek, kerusakan bahkan bisa menurunkan hampir 1% PDB Jepang," ujar David Cohen, analis pada ekonomi regional Action Economics yang berbasis di Singapura.
Menurutnya, meskipun yen secara tradisional telah menjadi tempat yang aman bagi investor selama bencana di bagian lain dunia, pelaku pasar kini melepas yen dan beralih mendukung dolar AS. Sementara untuk jangka panjang, akan terjadi keseimbangan, melalui pelaksanaan pembangunan kembali, yang berimbas positif bagi pertumbuhan semua pembangunan. “Semua akan kembali positif dalam 12 bulan," imbuhnya.
Cohen memprediksi akan ada kekhawatiran tentang kerusakan kapasitas produktif. Produksi industri juga mungkin tertekan akibat dari kerusakan yang ditimbulkan.
Senada dengan Yasuo Yamamoto, ekonom senior Mizuho Research Institute di Tokyo. Menurutnya, pemerintah harus menyusun anggaran darurat karena gempa ini akan menyebabkan konsumsi di Jepang merosot, “Kami perkirakan ini akan berdampak pada penurunan PDB sementara waktu," ujarnya.
Tsutomu Yamada, analis pasar pada Kabu.com Securities mengatakan, tingkat kerusakan akibat gempa dan tsunami memang sulit diperkirakan. Tetapi, tampaknya bisa menghancurkan ekonomi di utara Jepang.
Ia pun menilai, dengan tingkat suku bunga di Jepang yang mendekati nol persen, bank sentral dan pemerintah tidak memiliki banyak opsi selain menginjeksikan banyak dana ke ekonomi. "Pemerintah harus bertindak cepat mengumumkan paket dukungan. Bank sentral juga harus menyuntikkan lebih banyak dana segar ke pasar," katanya.
Sementara Arjuna Mahendaran, kepala HSBC Private Bank Asia strategi di Singapura yang mengatakan, dampak langsung bencana ini akan membuat mata uang melemah dan pasar saham terseret turun.
Indeks Nikkei ditutup turun 1,7%, sedangkan indeks Nikkei berjangka anjlok 3%, usai jam trading di Singapura, setelah skala kerusakan tampak jelas. Musibah ini melanda, beberapa menit sebelum penutupan perdagangan di Tokyo 0645 GMT. Sementara dolar naik sekitar 0,5% terhadap yen ke level 83,275, sebelum akhirnya turun lagi.
Pasar Tokyo yang telah tertekan di tengah gejolak di Timur Tengah, ditutup pada level terendah dalam lima pekan. Bursa saham di seluruh pasar Asia lainnya juga jatuh. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,8% setelah gempa, dan terus melemah pada 0730 GMT.
Bahkan Mitsuhsige Akino, fund manager pada Ichiyoshi Investment Management memprediksikan, bursa saham Tokyo kemungkinan besar akan anjlok pada perdagangan Senin depan. Terutama, saham-saham dari perusahaan yang punya pabrik di kawasan gempa dan tsunami. “Secara keseluruhan tekanan aksi jual akan terus berlanjut dalam jangka pendek," ujarnya.
Nouriel Roubini, ekonom yang memprediksikan krisis finansial global, menyatakan gempa bumi ini terjadi pada saat terburuk karena Jepang sedang berjuang menurunkan defisit anggarannya. “Ini hal terburuk yang terjadi pada Jepang, di masa-masa yang buruk,” papar Roubini dalam sebuah wawancara di London.
Menurutnya, Jepang sudah mulai merekonstruksi stimulus. Namun upaya itu sulit karena defisit anggaran mendekati 10% dari PDB negara tersebut. Kondisi ini diperburuk dengan generasi yang menua. “Pada jangka pendek, situasi ini membuat aktivitas ekonomi makin melemah,” lanjutnya.
Perekonomian Jepang merosot diatas estimasi pemerintah, untuk kuartal keempat tahun fiskal negara tersebut. Hal ini dipicu belanja konsumen dan investasi modal yang melemah. Moody’s Investors Service bahkan menurunkan rating utang Jepang ke AA2, bulan lalu, karena khawatir pemerintah tak mampu mengatasi beban utangnya.
Meski Kementerian Keuangan Jepang menyatakan terlalu awal untuk mengaitkan dampak gempa bumi yang berujung gelombang tsunami merusak pesisir utara-timur negara itu dengan perekonomian, Roubini menyatakan bencana tersebut sangat serius. “Dampaknya buruk untuk bursa saham, kekayaan negara dan kepercayaan (investor),” pungkasnya.

Gempa dan Tsunami Jepang : Ribuan Orang Menjadi Korban


Metrotainment.net – Setelah kemarin (11/3/2011) diterjang gempa berskala 8,9 Richter dan tsunami dengan ketinggian mencapai 10 meter melanda Jepang maka yang perlu diperhitungkan keesokan harinya adalah dampak yang ditimbulkan dari bencana alam tersebut.
Setidaknya sampai saat ini diperkirakan 1000 orang  menjadi korban tewas keganasan kombinasi mematikan gempa bumi dan tsunami seperti dilansir salah satu media lokal Jepang.
Menurut Badan Nasional Jepang mengatakan bahwa 202 orang telah dikonfirmasi tewas dan 673 orang dilaporkan hilang sementara 991 orang luka-luka.






Namun angka tersebut akan terus bertambah seiring degan pelaksanaan evakuasi yang akan dilakukan sepanjang pantai timur laut pulau Honshu yang merupakan lokasi yang terkena dampak tsunami yang dahsyat setidaknya sekitar 3000 rumah lebih tersapu air bercampur lumpur dan material lainnya.
Selain itu, dilaporkan sebuah kapal yang mengangkut setidaknya 100 orang hilang setelah berlayar dekat titik awal tsunami dan empat kereta yang melalui jalur pantai timur laut menghilang akibat tsunami dan gempa paling dahsyat di Jepang selama 20 tahun terakhir tersebut.
Sekitar 50,000 Personil angkatan bersenjata diturukan untuk ikut membantu penanggulangan bencana, 300 pesawat dan 40 kapal dikerahkan untuk mengupayakan evakuasi korban.
Sekitar 1800 rumah di Minaisoma, Perfektur Fukushima hancur sedangkan di Sendai dilaporkan 1200 rumah roboh akibat terjangan dan landasan bandara dipenuhi mobil-mobil yang terbawa tsunami.
Gempa ini merupakan gempa kelima yang terbesar di dunia sejak tahun 1900 dan 8000 kali lebih kuat daripada gempa yang mengguncang Chirstchurch, Selandia Baru bulan lalu ungkap para peneliti seperti dilansir BBC.
Gempa di Jepang yang mengguncang sekitar pukul 14.46 waktu setempat tersebut berada dikedalaman 24 kilometer dan 400 km sebelah timur laut Tokyo, mengakibatkan tsunami dengan kecepatan rata-rata 800km/jam.
Dampak lain yang menghantui Jepang setelah gempa dan tsunami adalah bahaya kebocoran nuklir akibat rusaknya peralatan keamanan setelah gempa menerjang kawasan tersebut.
Pemerintah Jepang sendiri telah mengumumkan keadaan waspada di dua pembangkit tenaga nuklir Fukushima. Ribuan orang diungsikan ke tempat yang lebih aman dan menjauh dari pembangkit tersebut.
Dalam undang-undang Jepang, jika terjadi terhadap sistem pendingin maupun lepasnya zat radioaktif maka pemerintah diharuskan mengumumkan bahwa pembangkit sedang berada pada keadaan darurat dan kondisi sekitar pembangit berbahaya untuk didekati.
Pengumuman darurat tersebut diumumkan sendiri oleh Perdana Mentri Jepang, Naoto Kan setelah memantau situasi yang terjadi dipembangkit nuklir tersebut.
Sampai saat ini dilaporkan terdapat lima reaktor nuklir yang mengalami kerusakan sistem pendingin. Dikabarkan sistem pendingin yang berada didalam pembangkit nuklir Fukushima 1 dan Fukushima 2 berhenti beroperasi dan meningkatkan tekanan yang melonjak dibeberapa reaktor.
Untuk mengurangi tekanan ini maka diambil keputusan untuk melepaskan beberapa gas yang bisa saja mengandung zat radioaktif yang membahayakan. Namun pihak terkait mengatakan bahwa hasil buangan tersebut telah diproses sehingga tidak membahayakan kesehatan manusia.
“Kemungkinan kebocoran zat radioaktif keluar memang ada, namun jumlahnya sangat sedikit dan kami berencana menggunakan tiupan angin untuk membawanya ke laut”, ujar Kepala Sekertaris Kabinet Jepang, Yukio Edano seperti dilansir BBC.
Pemerintah setempat juga menghimbau agar masyarakatnya mengguanakan listrik seefisien mungkin karena akibat gempa kemampuan memasok listrik semakin menurun. Jepang memang mengandalkan tenaga nuklir untuk memasok sekitar sepertiga kebutuhan listriknya.
Namun setelah dilanda bencana alam, pembangkit dan reaktor yang didesain bagaimanapun jugaa dapat menimbulkan resiko kebocoran yang sangat berbahaya bagi manusia.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima
Trending topic #prayforjapan sendiri di twitter sudah menduduki posisi teratas sejak bencana alam tu melanda negeri sakura tersebut. Komunitas internasional juga menawarkan bantuan internasional untuk membantu penanggulangan bencana agar Jepang dapat segera pulih dari segala kerusakan yang ditimbulkan.

 Kondisi Bandara Sendai 




































Sebuah Kapal Berpenumpang 100 orang Terperangkap Dalam Pusaran Air                         

KRIMINAL Minggu, 13 Maret 2011 , 11:16:00 Main Api, Bocah Bakar Gudang

BALIKPAPAN – Ini peringatan orang tua yang punya anak suka bermain api. Jangan sekali-kali membiarkan anak bermain tanpa pengawasan. Jika tidak, kejadiannya bisa seperti kelakuan bocah bernama Ryan (11) di kawasan Gunung Samarinda, RT 05 No 10, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. Akibat ulahnya yang iseng bermain api, gudang di samping rumahnya dibakar.

Ryan bermain api dengan membawa lilin dan korek masuk ke gudang seorang diri. Tapa sadar, nyala api dari lilin kemudian membakar kertas karton yang bertumpuk di dalam gudang. Api dengan cepat menjalar dan menghasilkan asap.

Beruntung, tetangga Ryan, Dahrin melihat kepulan asap hitam itu. Ia kemudian berlari dan berteriak kebakaran. "“Saya lihat asap tebal keluar dari rumah Bu Suluh. Saya lari ke rumahnya dan memberitahukan Suluh (nenek Ryan),” katanya.

Sesaat kemudian, Dahrin menelpon pemadam kebakaran. Tim pemadam kebakaran yang tanggap segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menjinakkan si jago merah.

FEATURES Minggu, 13 Maret 2011 , 08:08:00 Warga Manado saat Dilanda Kepanikan Hebat karena Kabar Tsunami Pasien Mendadak Sehat, Undangan Tinggalkan Kawinan

Suasana kepanikan di Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (11/3) sore seiring ancaman tsunami akibat gempa Sendai, Jepang. Foto : Manado Post/JPNN

Saat kepanikan warga Manado, Sulut, memuncak Jumat sore lalu (11/3), tsunami kiriman Jepang malah menerjang Papua malam itu. Selain merusak puluhan rumah di Kampung Tobati, Teluk Youtefa, satu orang dilaporkan tewas. Bencana ini makin membuat warga Manado kembali ketakutan.

=============================

SEKITAR pukul 17.00 WIT slang infus masih menjuntai dan jarumnya masih menancap di lengan Pangkey, penderita sakit jantung di Rumah Sakit Pancaran Kasih, Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Botol infus masih berisi cairan bening yang hampir habis.  Kondisi perempuan 50-an tahun itu sangat lemah. Matanya tertutup, tak bisa bicara, dan terbaring lemas di atas tempat tidur.

"Kami harus pulang ke rumah karena tidak ada perawat lagi di sini," kata Fernando Pangkey, anak pasien itu. "Kami tinggal menunggu mobil jemputan, tapi masih macet," imbuhnya di depan pintu masuk RS milik Yayasan GMIM (Gereja Masehi Injili Minahasa) itu.

Pangkey adalah satu di antara dua pasien yang "tertinggal" di RS itu pasca peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan tsunami Jepang akan menghantam Sulut. Puluhan pasien lain sudah dibawa lari keluarga masing-masing ke RS yang lebih aman di dataran tinggi.

Di antara puluhan pasien itu, ada yang mendadak sehat karena panik. "Iya, tadi ada yang sudah lari-lari, padahal sebelumnya lebih banyak berbaring di tempat tidur," ungkap seorang dari tiga perawat yang masih bertahan di RS itu. "Ndak tahu ke mana teman-teman (perawat) lain" Mereka sangat panik," kata perawat yang tak mau menyebutkan namanya itu.

Praktis, RS yang berlokasi di dekat pantai atau tepatnya di tengah permukiman kapal sandar itu terlihat sepi Jumat petang lalu. Padahal, sekitar pukul 19.00 rumah sakit tersebut selalu ramai dengan lalu lalang paramedis maupun keluarga pasien.

Namun, saat itu tak lebih dari sepuluh orang yang terlihat. Itu pun sudah di lantai bawah. Menurut Fernando, saat ada pengumuman dari BMKG, seluruh penghuni gedung dua lantai itu panik. Suasana menjadi kacau. Orang-orang tak pernah berhenti menelepon. "Justru petugas kesehatan yang lari dulu, tinggal pasien yang ada di dalam," ujarnya.

Bahkan, seorang pasien perempuan yang masih dalam tahap pemantauan untuk operasi pengangkatan mioma Jumat sore lalu hanya ditemani anaknya yang berusia 7 tahun di ruang opname. "Suster, saya pusing," kata ibu itu kepada perawat.

Saking paniknya, tiga perawat tadi hampir menjatuhkan pasien tersebut saat memindahkannya dari tempat tidur ke kereta dorong. Pasien tersebut akan diungsikan sementara ke Rumah Sakit TNI AD Teling. "Dipindah ke rumah sakit yang lebih aman," ujar seorang perawat.

Tempat parkir RS yang biasanya sesak dengan kendaraan pun hari itu terlihat sepi. Wali Kota Manado Vicky Lumentut yang datang mengunjungi RS Pancaran Kasih agak terkejut dengan suasana sunyi itu. Vicky yang datang dengan sepeda meminta pasien tidak terlalu panik.

"Isu tsunami memang benar, tapi kekuatannya tidak terlalu besar. Itu pun belum tentu terjadi. Saya berharap jangan sampai membuat pasien panik. Apalagi, bagi mereka yang sakit, malah terbebani dan menjadi penyakit baru lagi," ujar Vicky.
Kepada Pangkey, Vicky berkelakar.

"Andai saya bisa membuka dan memasang kantong infus itu, pasti saya akan bantu ibu untuk membukanya," candanya. Informasi lain menyebutkan, kepanikan juga terjadi di RS Prof Kandow Malalayang. Banyak pasien dilaporkan meninggalkan rumah sakit karena takut menjadi korban tsunami.

"Bahkan, ada yang pulang paksa meski kondisi sebenarnya tidak izinkan untuk pulang," ujar Marzuki, mahasiswa Kedokteran Unsrat yang magang di RS itu. Di antara pasien yang baru meninggal juga dilaporkan ditinggal "lari" oleh keluarganya begitu saja. "Suasana berduka kalah dengan panik," katanya.

Sementara itu, beberapa tempat seperti Teling, Bumi Beringin, Kampus, Winangun, dan lokasi di ketinggian lain dipilih warga untuk mengungsi. Warga juga memadati kantor-kantor pemerintah. Banyak di antara mereka menangis sambil membawa tas berisi barang seadanya. Pantauan koran ini, ada yang duduk-duduk di sepanjang trotoar Jalan 17 Agustus sambil memeluk tas berisi pakaian.

Beberapa perempuan muda terlihat menyuapi anaknya. Di Masjid Kartini Bumi Beringin, ratusan warga dengan berbagai perlengkapan memenuhi masjid yang menjadi salah satu lokasi tempat evakuasi dalam latihan tsunami sebelum WOC 2009 lalu. Saking paniknya warga, sebuah acara kawinan yang digelar di Manado Convention Center, yang berlokasi di pinggir laut, juga ditinggal lari oleh hampir semua undangannya.

Secara terpisah, tak lama puncak kepanikan warga terjadi di Manado, sekitar pukul 21.00 WIT gelombang tsunami menerjang wilayah perairan Papua Utara. Tsunami dilaporkan merusak puluhan rumah dan jembatan di Kampung Tobati, Teluk Youtefa, Provinsi Papua.

"Beberapa rumah dan jembatan di Tobati rusak parah. Bahkan, beberapa hancur total akibat tsunami," kata Sekretaris Jemaat Gereja Kampung Tobati, Marcelino Hababuk, Sabtu (12/3/2011) pagi. Kampung Tobati merupakan pulau terpisah dari Kota Jayapura dan berada di tengah laut dalam Teluk Yotefa.

Dia menjelaskan, saat mendengar kabar tsunami menuju Jayapura, warga kampung Tobati langsung bergegas menuju gereja setempat yang berlokasi di atas perbukitan pulau itu. "Tiga kali kami melihat air naik-turun, dimulai sekitar pukul 20.30. Puncaknya hingga menghancurkan rumah dan jembatan kampung," kata Marcelino.

Sebelumnya pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah V Jayapura, Papua, mengeluarkan peringatan akan terjadi tsunami di wilayah perairan Papua Utara pada pukul 20.00. "Yang termasuk perairan Papua bagian utara adalah Jayapura, Sarmi, Biak, Serui, dan daerah sekitarnya," kata Kepala BMKG Wilayah V Jayapura, Papua, Sudaryono.

Gelombang tsunami kiriman dari Jepang itu juga sampai di daerah Pantai Holtekamp, Distrik Muara Tami yang berjarak 75 km dari pusat Kota Jayapura. Hampir seluruh rumah warga yang bermukim di pesisir pantai wisata Holtekamp rusak parah. Puluhan perahu dan jaring milik nelayan juga ikut terseret ombak hingga 50 meter dari bibir Pantai Holtekamp.

Tsunami ini juga menerjang jembatan Kali Buaya di Poros Jalan Holtekam-Koya. Selain itu, seorang warga bernama Darwato Odang, 32, pengusaha tambak ikan, dilaporkan tewas. Dia ditemukan warga pukul 14.30 kemarin di pinggir jalan bibir pantai.

"Kami terus memantau kerusakan atau kerugian akibat bencana tsunami ini," kata Sekretaris Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Jayapura Yohanis Wemben kemarin. Hingga tadi malam, warga Manado dan Papua masih waspada terhadap tsunami susulan.

INTERNASIONAL - AMERIKA Minggu, 13 Maret 2011 , 07:27:00 Tsunami Terjang Pantai AS, Seorang Tewas

GELOMBANG laut dahsyat setinggi 10 meter yang menerjang Jepang juga terasa hingga ke pantai barat AS maupun Hawaii. Meskipun tidak mengakibatkan kerusakan, tsunami di pantai AS membawa korban. Sedikitnya, seorang tewas. Bahkan, dampak tsunami itu juga memicu evakuasi masal di Benua Amerika, termasuk Amerika Latin.
 
Tsunami setinggi delapan kaki (2,4 meter) telah menghantam pantai California dan Oregon, AS, pada Jumat lalu atau kemarin (12/3) pagi. Hal itu terjadi  sekitar 12 jam setelah gempa 8,9 skala Richer (SR) memicu gelombang laut setinggi 10 meter di Jepang dan siaga tsunami di sekitar kawasan Pasifik.
 
Di Del Norte County, California, seorang pria 25 tahun tewas setelah disapu tsunami Samudera Pasifik di dekat mulut Sungai Klamath. Saat itu, pria tersebut dan dua koleganya sedang mengabadikan datangnya gelombang tsunami dengan kamera.
 
Joey Young, juru bicara pusat layanan darurat Del Norte County, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah korban merupakan warga setempat. Dia bersama dua rekannya dilaporkan telah berada di lokasi itu selama dua pekan. Meski begitu, dia memastikan bahwa tidak ada korban hilang atau terluka di kawasan tersebut.
 
"Sedikitnya, 35 kapal juga hancur akibat dihantam tsunami. Beberapa kapal bertengger di atas kapal yang lain," tutur Cindy Henderson, manajer layanan darurat di Crescent City, sekitar 350 mil utara San Francisco.
 
Pasukan Penjaga Pantai AS atau The US Coast Guard menambahkan bahwa terjadi pula kerusakan pada sekitar enam kapal di sebuah pantai di Santa Cruz, selatan California. Kapal-kapal tersebut sempat saling bertabrakan setelah diombang-ambingkan oleh tsunami. Stasiun televisi CNN mengutip keterangan Direktur Pelabuhan Santa Cruz Lisa Ekers bahwa kerugian akibat tsunami di wilayah itu ditaksir lebih dari USD 10 juta (sekitar Rp 90 miliar).
 
Meski tidak ada kerusakan yang parah, Gubernur California Jerry Brown mengumumkan keadaan darurat di empat kota pantai negara bagian tersebut. Langkah itu merupakan prosedur untuk mendapatkan dana federal bagi pemulihan yang terkena tsunami.
 
Sebelum mencapai daratan AS, gelombang laut menghantam Kepulauan Hawaii. Itu terjadi hanya empat jam setelah evakuasi warga di wilayah rendah di kepulauan tersebut. Kebanyakan warga mengungsi setelah the Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) mengeluarkan peringatan atau siaga di sepanjang pantai barat AS hingga Amerika Tengah dan Selatan serta Antartika. Beberapa jam kemudian, Gubernur Hawaii Neil Abercrombie menyatakan, peringatan tsunami telah diturunkan menjadi imbauan tsunami.
 
Kanada juga mengeluarkan peringatan di pantai utara British Columbia soal kemungkinan datangnya gelombang laut tinggi. Gelombang tsunami tertinggi menghantam pantai Hawaii, sekitar  4 ribu mil atau 6.500 km dari titik pusat gempa dekat Sendai, timur Jepang. Gelombang setinggi hampir dua meter menghantam Kahului di Pulau Maui, Hawaii.
 
Tsunami memicu badai di Kepulauan Galapagos. Tetapi, tak sampai ada kerusakan besar di Amerika Latin. Presiden Ekuador Rafael Correa menyebut bahwa peningkatan gelombang dan badai tak sampai membahayakan nyawa manusia di wilayahnya.
 
Cile, Ekuador, dan Peru telah memerintahkan evakuasi besar-besaran warga di kawasan pantainya. Ekuador juga menghentikan pengapalan minyak di tengah kekhawatiran atas tingginya gelombang.
 
Para pejabat Peru menuturkan, gelombang tsunami 40 cm kali pertama menerjang wilayah mereka pada pukul 00.50 GMT kemarin (sekitar pukul 07.50 WIB) setelah dilakukan evakuasi atas penduduk di pantai. Sebelumnya, Presiden Alan Garcia optimistis bahwa tsunami tidak akan membahayakan warga Peru.
 
Di Meksiko, juga tidak ada korban atau kerusakan setelah gelombang  setinggi hampir semeter melanda kawasan pantai Baja California.Di Amerika Tengah, gelombang pasang tak sekuat seperti perkiraan. Guatemala dan Panama akhirnya mencabut peringatan tsunami. Begitu pula halnya dengan El Salvador.

INTERNASIONAL - ASIA Minggu, 13 Maret 2011 , 10:10:00 Penumpang Sekapal Selamat, Temukan 400 Mayat di Kota Pantai

FOKUS pemerintah Jepang saat ini adalah mencari dan membantu korban yang selamat. Tim penyelamat Jepang terus menyisir kawasan yang tersapu tsunami untuk mencari kemungkinan warga yang bertahan.
 
Kantor berita Jiji Press melaporkan kemarin (12/3) bahwa Angkatan Laut (AL) dan helikopter penjaga pantai Jepang menemukan sebuah kapal yang tersapu tsunami. Dalam kapal tersebut, ditemukan 81 orang dalam kondisi selamat. Mereka langsung dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kapal itu dilaporkan milik sebuah galangan kapal di Kota Ishinomaki, Perfektur Miyagi, atau sekitar 54 km timur laut Kota Sendai, lokasi gempa 8,9 skala Richter (SR) yang memicu tsunami setinggi 10 meter Jumat siang lalu (11/3). Episentrum gempa berada di kedalaman laut 24 km sekitar 130 km sebelah timur Sendai, Perfektur Miyagi, Pulau Honshu.

Sayang, tidak dijelaskan upaya penumpang kapal tersebut sehingga mampu bertahan dalam kondisi selamat. Tayangan televisi yang diambil dari udara hanya memperlihatkan sebuah kolam air berukuran besar yang muncul setelah terjadi tsunami. Sejumlah kapal tergeletak atau terbalik di dekatnya.

Sejumlah korban selamat melukiskan kengerian saat terjadi gempa dan tsunami. Sayori Suzuki, 34, warga Minamisoma, Perfektur Fukushima, bertutur bahwa segerombolan burung sempat bersiul nyaring di lapangan lumpur dekat rumahnya setelah gempa mengguncang. Tak lama kemudian, gelombang laut menerjang sejauh 2 km ke arah daratan.

Kendaraan dan bangunan tersapu menjadi puing-puing. "Dahsyatnya guncangan gempa kali ini belum pernah saya alami sebelumnya. Anak lelaki saya menjerit," katanya kepada Agence France-Presse (AFP). "Rumah saya tidak sampai rusak. Tetapi, rumah kerabat saya tidak tersisa. Kerabat saya yang lain hendak lari dengan mobil. Tetapi, begitu melihat gelombang laut dari spion, dia cepat lari ke gedung tinggi," tambahnya.

Para korban yang selamat, dengan dibantu tentara, selanjutnya berupaya mencari keluarga mereka yang hilang di lokasi bencana terparah seperti Perfektur Miyagi dan Iwate.

Selain itu, Pasukan Pertahanan Diri (Self Defence Forces) Jepang kemarin menemukan mayat korban tsunami. Menurut stasiun televisi NHK, 300 hingga 400 mayat ditemukan di kota pantai Rikuzentakata, Perfektur Iwate, salah satu di antara tiga perfektur yang rusak paling parah akibat diterjang tsunami. Perfektur lainnya adalah Miyagi dan Fukushima.

Sehari sebelumnya, polisi di Sendai, Perfektur Miyagi, menyampaikan bahwa mereka menemukan sedikitnya 200 hingga 300 mayat di tepi pantai kota tersebut.

Sampai kemarin sore atau sekitar 24 jam setelah bencana tsunami, Badan Kepolisian Nasional Jepang atau National Police Agency (NPA) mengungkapkan bahwa 503 orang dipastikan tewas, 740 orang hilang, da, 1.040 lainnya luka-luka dalam musibah itu.

Tetapi, pemerintah memperkirakan korban tewas telah melampaui angka 1.000. Sejumlah media yang menghimpun dari berbagai sumber di lapangan justru menginformasikan bahwa korban jiwa akibat tsunami sudah melewati 1.300 jiwa. "Kami yakin lebih dari 1.000 nyawa warga telah terenggut akibat tsunami," tutur Kepala Sekretaris Kabinet Yukio Edano, yang juga tangan kanan dan juru bicara Perdana Menteri (PM) Naoto Kan.

Kementerian Pertahanan Jepang juga melaporkan, sekitar 1.800 rumah di Minamisoma, Perfektur Fukushima, hancur atau rusak. Pihak berwenang di Sendai menyebutkan bahwa 1.200 rumah di kota itu roboh akibat tsunami.

Ribuan rumah juga hancur di sejumlah kota pantai, termasuk Ofunato. Gempa dan tsunami di Jepang itu kemarin juga mengakibatkan 5,6 juta rumah gelap gulita akibat tak mendapatkan suplai listrik. Lebih dari sejuta rumah tangga tidak bisa menikmati suplai air bersih.

Karena banyaknya korban maupun besarnya skala kerusakan akibat gempa dan tsunami, pemerintah Jepang telah minta bantuan internasional. Tim SAR dari berbagai negara pun mulai berdatangan kemarin. Sebagian di antaranya baru saja membantu gempa di Selandia Baru.

Tim penyelamat Jepang yang beranggotakan 66 personel langsung kembali setelah membantu korban gempa di Christchurch, Selandia Baru. Pemerintah AS mengirimkan sekitar 150 tim penyelamat ke zona bencana.

Ratu Elizabeth II dari Inggris maupun pemimpin agama Tibet Dalai Lama hingga penyanyi Lady Gaga membantu menggalang bantuan bagi Jepang. Ratu Elizabeth II juga menyampaikan belasungkawa kepada Kaisar Akihito. Sementara itu, Palang Merah Tiongkok juga siap mengucurkan bantuan 1 juta yuan (sekitar Rp 1,1 miliar) untuk Palang Merah Jepang.

Australia, Korea Selatan, dan Singapura juga akan mengirimkan anjing pelacak dan tim penyelamat. Australia siap mengirimkan 72 pakar penyelamat. Korsel membawa lima petugas penyelamat dan dua anjing pelacak. Selain itu, 120 pekerja sosial, tenaga medis, dan tiga pesawat transportasi militer dikirim ke Jepang.

Sebelumnya, PBB menyatakan bahwa sekitar 60 tim internasional yang berasal dari 45 negara siap siaga untuk membantu Jepang.